Intruksi Pangdam Siliwangi "Habisi Dan Culik Geng Motor"lik

Beredar Intruksi Pangdam 'Habisi Dan Culik Geng Motor'
Sumber Photos: www.google.co.id

   Berita Dan Seputar Rekrutmen Tni- Semakin banyak nya aksi geng motor hingga memakan korban jiwa, baik dari warga masyarakat hingga anggota TNI. hal ini menjadi perhatian khusus bagi aparat kota bandung. apalagi setelah tewas nyah seorang anggota TNI AD Pratu Galang, pada minggu tanggal 5 juni 2016 yang lalu oleh komplotan geng motor di bandung.

  Saat ini, beredar pesan yang mengatasnamakan Panglima Daerah Militer (Pangdam) III Siliwangi Mayor Jendral TNI Hadi Prasodjo supaya mengambil tindakan tegas terhadap anggota geng motor yang meresahkan semua kalangan, baik warga masyarakat maupun aparat.

Pesan yang di sampaikan tersebut berisi :

1. Jadilah prajurit hebat, jangan numpang nama besar leluhur para prajurit pendahulu siliwangi
2. Didik anak-anak kita dan jadikan orang sukses, jangan sampai anak-anak kita menjadi geng motor atau terlibat narkoba
3. Koordinasi dengan Polri untuk bubarkan geng motor, deteksi perederan narkoba dan tangkap mereka
4. Buat dan keluarkan tim patroli terdiri dari 30 orang, latih dan persenjatai mereka
5. perintah terakhir 'Kalau ada begal tembak saja, saya tanggung jawab'. Tidak usah takut, harusnya kita yang di takuti. Habisis saja.
6. Kalau sanggung culik, culik saja, yang penting tidak ketahuan, buang ke laut atau kubur dalam-dalam
7. Tentara harus selalu menang melawan kejahatan apa pun itu bentuknya, bawa senjata, pistol atau sangkur, mereka berani ke kita, kita harus lebih berani tusuk, bunuh, tembak, Hancurkan geng motor, hancurkan kejahatan, tentara lebih kompak dari geng motor.

  Namun, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III Siliwangi Letkol Arh Desi Aryanto mengakui tidak sepenuhnya pesan tersebut benar. Menurutnya hanya poin 1 dan 2 saja yang di sampaikan oleh Panggdam Siliwangi ke jajaran Babinsa di kabupaten bogor. untuk poin-poin selebih nya, tidak di sampaikan kepada jajaran Babinsa.

  Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III Siliwangi "Kalau pesan terkait penindakan terhadap geng motor itu tidak benar, dan saya nyatakan itu Hoax. kalau arahan bersifat kedinasan dan himbauan itu benar adanya," kata Letkol Arh Desi Aryanto, selasa 14 juni 2016.

  Dan terkait kasus penusukan yang menimpa anggota TNI AD Pratu Galang di bandung, Letkol Arh Desi Aryanto mempercayakan proses hukumnya kepada aparat kepolisian.

#Sumber Berita : http://nasional.news.viva.co.id/

Prajurit Satu (Pratu) Galang Tewas Di Kroyok Dan Di Tusuk Orang Bermotor Di Cimahi-Bandung

Pratu Galang Tewas Di Tusuk Kawanan Bermotor Di Bandung

Sumber Photos: www.google.co.id
 
  Cimahi-Bandung- Minggu dini hari (5/3/2016), Anggota TNI AD, Pratu Galang tewas setelah di kroyok dan di tusuk oleh puluhan kawanan bermotor. Ia di tusuk di bagian punggung sebanyak 4 kali tusukan.

  Kejadian ini terjadi di batas kota Bandung-Cimahi, jalan Rajawali. "pelaku masih kami selidiki. jumlah ada sebanyak 20 orang yang menggunakan sepeda motor" ujar kabid humas polda jabar Kombes Pol Yusri yunus di hubungi melalui telepon, senin (6/6/2016).

  Sebelum kejadian itu berlangsung, sabtu malam (4/6/2016) sekitar pukul 22.00 WIB, Pratu Galang berkumpul dengan teman-temannya klub motor CB, tepat nya di Jalan Asia Afrika. mereka kumpul-kumpul sambil minum kopi hingga pukul 01.30 WIB, tepat nya minggu dini hari. dan mereka langsung membubarkan diri dan berpencar ke tujuannya masing-masing.

  Namun di tengah perjanan, tepat nya di Jalan Rajawali (batas kota), Pratu Gilang di cegat oleh kawanan bermotor yang tidak di kenal. " kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus " Dia di hadang dan langsung di keroyok. Dia di tusuk hingga empat kali tusukan di bagian punggung,". dan insiden ini terjadi tepat nya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
 
   Warga di sekitar tempat kejadian langsung menolong Pratu Galang dang segera membawa ia ke RS Rajawali dengan mobil Angkutan umum. "Kondisi korban masih sadar dan masih sempat mengontak rekannya. Dan selanjutnya ia di rujuk ke RS Dustira Cimahi" ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus.

  Pukul 04.00 WIB, Pratu Galang tiba di RS Dustira dan segera langsung masuk ke ruangan UGD. "Sekitar pukul 07.00 WIB Pratu Galang masuk ruang operasi dan sekitar pukul 10.00 WIB korban meninggal dunia" ujar Kombel Pol Yusri Yunus.

  Hingga saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan, beliau meminta pelaku segera menyerahkan diri. "kami dari pihak kepolisian maupun dari TNI AD meminta pelaku segera menyerahkan diri" tegas Kombes Pol Yusri Yunus.

Sumber Berita : #www.news.detik.com
 

Sebanyak 20 Calo Secata Diperiksa, Pangdam Di Ponegoro Kembalikan Uang Sebesar Rp366 Juta

20 Calo Secata Diperiksa, Pangdam Di Ponegoro Kembalikan Uang Rp366 Juta



   Berita Dan Seputar Rekrutmen Tni - Pangdam IV/Diponegoro, Bpk Mayjen TNI Jaswandi telah mengembalikan uang yang totalnya mencapai kisaran Rp366 juta atas kasus penyimpangan Werving Cata PK TNI AD gelombang I dan gelombang II tahun 2015 lalu.

  Pengembalian uang yang total nyah mencapai Rp366 juta tersebut di laksanakan pada upacara penutupan secata, di gombong, kebumen , jawa tengah pada tanggal 5 april 2016. Uang yang totalnya mencapai Rp366 juta tersebut di kembaliakn kepada 9 (sembilan) Prajurit siswa (Prasis).

  Kapendam (Kepala Penerangan Kodam) IV/Diponegoro, Kolonel Inf Zainul Bahar menyebutkan Bahwa jumlah nominal tersebut belum keseluruhan dari apa yang telah di kembalikan.

"Kemungkinan lebih dari Rp366 juta. saat ini, masih ada 20 calo anggota maupun calo yang kami periksa". ujar nya dalam jumpa pers, Rabu (06/04/2016).

  Juga di sebutkan, kisaran dana atau uang yang di minta oleh para calo dari setiap orang tua prajurit siswa (Prasis) mulai dari angka Rp25 juta hingga angka Rp100 jutaan.

  "Pengungkapan kasus calo ini berkat informasi orang tua prajurit siswa (Prasis). Dan kami berharap, masih ada lagi laporan yang serupa, agar kasus praktik calo ini bisa dilibas sampai akar-akarnya" Tegas Kolonel Inf Zainul Bahar.

  Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Jaswandi mengungkapkan bahwa masih ada bahkan masih banyak orang-orang yang beranggapan menjadi seorang prajurit TNI itu butuh dana ratusan juta, dan tentu saja ungkapan tersebut sangat merugikan institusi TNI.

 Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Jaswandi menghimbau kepada seluruh orang tua calon prajurit agar tidak tergiur dengan calo atau oknum TNI, apa lagi sampai memakai jasa yang memang benar-benar sangat tidak di anjurkan dan sangat merugikan.

  Untuk Menjadi seorang TNI benar-benar tidak di pungut biaya sedikitpun, semua di biayai oleh negara.

"Kami tidak segan memberi sanksi tegas, jika ditemukan calo. Terlebih calo tersbut adalah anggota TNI" Tegas Mayjen TNI Jaswandi.

  Orang tua prajurit siswa (Prasis) agar segera cepat melapor, apabila ada calo atau oknum TNI yang menjanjikan mampu meloloskan Prajurit siswa (prasis). Laporan tersbut bisa di tujukan langsung ke pihak Polisi Militer (PM).

  "kami harap orang tua prajurit siswa (prasis) tidak sampai kena tipu, seperti yang telah di alami oleh Secata PK  TNI AD gelombang I dan gelombang II 2015" Harapnya

  Proses penerimaan calon anggota TNI harus melalui tahap seleksi dan tes yang di berikan, calon prajurit harus memenuhi syarat untuk bisa menjadi seorang anggota TNI. Serta harus lulus tahapan daerah dan tahapan pusat.
 

Karena Takut Kepada Allah Karena Lulus Dengan Nyogok, Polisi Ini Meninggalkan Seragam Nya Dan Mulai Berdakwah

Polisi Ini Tinggalkan Seragam Nya Dan Mulai Berdakwah




  Berita Dan Seputar Rekrumen Tni - Subhanallah, begitu besar hidayah yang allah berikan kepada setiap hamba yang di pilih nya, dan ini lah hal yang terjadi kepada mantan polisi dari aceh, Joe Khana Al-ahmad.

 Di dalam sebuah akun Instagram milik nya, beliau menuliskan :

   "Pekerjaan yang kita dapatkan dengan cara yang haram (suap/sogok), tidak akan pernah membawa berkah, bahkan bisa membawa kita ke dalam kelalaian dan kemaksiatan.
karena cinta Allah kepada saya. Allah memberi hidayah tuk meninggalkan seragam yang saya dapat dengan cara tidak halal ini, dan kini Allah menyibukkan saya dalam perkara agama dan dakwah.

 "Terima kasih untuk hidayah yang manis ini.


Hukum Suap Menyuap :


Kegiatan suap-menyuap kendati telah diketahui keharamannya namun tetap saja gencar dilakukan orang-orang, entah itu untuk meraih pekerjaan, pemenangan hukum hingga untuk memasukan anak ke lembaga pendidikan-pun tak lepas dari praktik suap-menyuap. Untuk memasukkan anak ke sekolah yang bonafit, tidak cukup hanya bermodal nilai UN yang tinggi tapi dibutuhkan juga uang yang banyak untuk menyumpal mulut para panitia. Sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan. Dan yang lebih menyedihkan lagi, mereka yang melakukannya adalah orang-orang yang mengaku muslim, padahal jelas-jelas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai teladan bagi seorang muslim sangat mengecam keras para pelaku suap-menyuap itu.

Islam sebagai agama yang sempurna (syamil) sangat mengharamkan praktik suap-menyuap bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutuk (melaknat) para pelaku hingga penghubung suap-menyuap sebagaimana hadits tersebut.

Suap-menyuap dalam Islam disebut juga ar-Risywah (الرِّشْوة), Ibnu Atsir dalam an-Nihayah fi Gharibil Hadits wal Atsar mendefiniskan; ar-Risywah adalah usaha memenuhi hajat (kepentingannya) dengan membujuk. Kata ar-Risywah sendiri berasal dari الرِشاء yang berarti Tali yang menyampaikan timba ke air.

Jadi, ar-Risywah adalah pemberian apa saja (berupa uang atau yang lain) kepada penguasa, hakim atau pengurus suatu urusan agar memutuskan perkara atau menangguhkannya dengan cara yang bathil.

Dengan cara bathil inilah sebuah ketentuan berubah, sehingga menyakiti banyak orang dan wajarlah jika Rasulullah mengutuk/melaknat para pelaku suap-menyuap.

Dalil al-Quran tentang Keharamannya

Allah Ta’ala berfirman,
ولا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل

“Dan janganlah kalian memakan harta-harta diantara kalian dengan cara yang bathil” [QS. Al-Baqarah: 188]

Imam al Qurthubi mengatakan, ”Makna ayat ini adalah janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian yang lainnya dengan cara yang tidak benar.” Dia menambahkan bahwa barangsiapa yang mengambil harta orang lain bukan dengan cara yang dibenarkan syariat maka sesungguhnya ia telah memakannya dengan cara yang batil. Diantara bentuk memakan dengan cara yang batil adalah putusan seorang hakim yang memenangkan kamu sementara kamu tahu bahwa kamu sebenarnya salah. Sesuatu yang haram tidaklah berubah menjadi halal dengan putusan hakim.” (al Jami’ Li Ahkamil Qur’an juz II hal 711)

Diakui atau tidak, praktik suap-menyuap merupakan cara-cara bathil memakan harta kaum muslimin.

Allah Ta’ala juga berfirman,
من قتل نفساً بغير نفسٍ أو فساد في الأرض فكأنما قتل الناس جميعاً

“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” [QS. al-Maidah: 32]

Praktik suap-menyuap jika kita pahami lebih mendalam akan dampak negatifnya, sebenarnya merupakan pembunuhan terhadap kesempatan orang lain dan artinya ia telah membunuh seluruh manusia. Karenanya pantas jika ayat tersebut diatas diarahkan kepada para pelaku suap-menyuap yang telah curang dalam suatu urusan sehingga menyebabkan orang lain kehilangan jiwanya dan kehilangan kesempatannya.

Dan firman-Nya,
يا أيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم واشكروا الله إن كنتم إياه تعبدون

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” [QS. al-Baqarah: 172]

Ayat tersebut merupakan dalil umum yang memerintahkan orang-orang yang mengaku beriman untuk mencari rezki yang halal dengan cara-cara yang halal, bukan malah sebaliknya mencari yang halal dengan cara yang haram atau mencari haram dengan cara yang haram pula. Dan suap-menyuap -tidak diragukan lagi- adalah cara yang bathil dalam mencari rezki sehingga praktik tersebut diharamkan oleh Allah Ta’ala.

Dalil as-Sunnah tentang Keharamannya

Dari Abdullah bin Umar, ia berkata,
لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الراشي والمرتشي

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang yang menyuap dan yang menerima suap.” [HR. Abu Daud no. hadits 3580]

Juga hadits,
وعن ثوبان رضي الله عنه قال لعن رسول الله الراشي والمرتشي والرائش: يعني الذي يمشي بينهما

Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” [HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum]

Sementara dalam Sunan at-Tirmidzi,

Dari Abu Hurairah, ia berkata,
لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الراشي والمرتشي في الحكم

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melaknat orang yang menyuap dan yang menerima suap dalam masalah hukum”. [HR. at-Tirmidzi no hadits 1351]

Setelah mengetahui dalil-dalil al-Quran dan as-Sunnah yang menegaskan tentang keharaman praktik suap-menyuap (ar-Risywah) maka sudah dapat dipastikan bahwa pelaku, penerima dan orang-orang yang terlibat dalam praktik suap tersebut tidak akan mendapatkan keuntungan melainkan kecelakaan yang akan Allah berikan kepadanya, jika tidak di dunia tapi pasti di akhirat.

Akan tetapi, setelah jelasnya hukum akan perkara ini, masih saja ada orang-orang yang coba memalingkan dan mengkaburkan hukum keharaman suap-menyuap ini dengan berdalih bahwa yang diberikannya itu adalah hadiah atas bantuannya, atau uang lelah, dan ungkapan lainnya.

Dengan alasan-alasan seperti itu juga telah terbantahkan oleh hadits yang banyak yang telah diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, diantaranya,
ومن شفع لأخيه شفاعة فأهدى له هدية فقد أتى باباً عظيماً من الربا

“Siapa saja yang menolong saudaranya kemudian dia dihadiahkan sesuatu maka ia telah masuk ke dalam pintu besar dari Riba.” [HR. Ahmad dalam Musnadnya]

Tidak cukup dengan hadits tersebut, bahkan penyusun kitab Shahih Bukhari, Abu Ismail al-Bukhari membuat bab khusus باب من لم يقبل الهدية لعلة (Bab Siapa saja yang tidak menerima hadiah karena pekerjaan). Dalam bab tersebut, Imam Bukhari menukil perkataan ‘Umar bin Abdul Aziz radhiyallahu ‘anhu,
كانت الهدية في زمن رسول الله هدية، واليوم رشوة

“Pada zaman Rasulullah pemberian itu dinamakan Hadiah, maka zaman sekarang ini dinamakan risywah (suap)”. [Shahih Bukhari]

Suap-menyuap bukanlah hal baru dalam Islam, karenanya banyak hadits dan atsar para sahabat radhiyallahu ‘anhum yang mencela bahkan mengutuk praktik suap-menyuap tersebut. Bahkan para ulama juga memberikan perhatian yang besar terhadap permasalahan ini, diantaranya adalah Ibnu Qudamah dalam kitabnya al-Mughniy, ia berkata,
فأما الرشوة في الحكم ورشوة العامل فحرام بلا خلاف

“Adapun suap-menyuap dalam masalah hukum dan pekerjaan (apa saja) maka hukumnya haram –tidak diragukan lagi-.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa para ulama telah mengatakan, ”Sesungguhnya pemberian hadiah kepada wali amri—orang yang diberikan tanggung jawab atas suatu urusan—untuk melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan, ini adalah haram, baik bagi yang memberikan maupun menerima hadiah itu, dan ini adalah suap yang dilarang Nabi saw.” [Majmu’ Fatawa juz XXXI hal 161]

Asy-Syaukani dalam Nailul Authar berkata,
قال الشوكاني في نيل الأوطار: قال ابن رسلان في شرح السنن: ويدخل في إطلاق الرشوة الرشوة للحاكم والعامل على أخذ الصدقات، وهي حرام بالإجماع

“Ibnu Ruslan berkata dalam Syarhus Sunan, “Termasuk kemutlaqan suap-menyuap bagi seorang hakim dan para pekerja yang mengambil shadaqah, itu menerangkan keharamannya sesuai Ijma’.

ash-Shan’aniy dalam Subulussalam (2/24)
والرشوة حرام بالإجماع سواء كانت للقاضي أو للعامل على الصدقة أو لغيرهما، وقد قال الله تعالى: ولا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل وتدلوا بها إلى الحكام لتأكلوا فريقاً من أموال الناس بالإثم وأنتم تعلمون

“Dan suap-menyuap itu haram sesuai Ijma’, baik bagi seorang qadhi/hakim, bagi para pekerja yang menangani shadaqah atau selainnya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. [QS. Al-Baqarah: 188].”

Kesimpulan

Sebagai seorang muslim yang mengaku tunduk dan patuh terhadap hukum-hukum Allah dan Rasulullah maka sepatutnyalah kita membenci praktik suap-menyuap (ar-Risywah) yang telah meracuni pikiran kaum muslimin sehingga mereka tidak lagi percaya kepada qadha dan qadar dari Allah, dengan akhirnya mereka menempuh jalan pintas untuk kemudian memutarbalikkan kebenaran, merubah yang bathil menjadi haq. Tidak hanya itu, laknat dari Rasulullah seharusnya menjadi bahan pertimbangan bagi orang-orang yang akan dan membudayakan praktik suap-menyuap tersebut.
وأتبعناهم في هذه الدنيا لعنة ويوم القيامة هم من المقبوحين

“Dan Kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah).” [QS. Al-Qashash: 42]

Demikianlah jika Allah dan Rasul-Nya telah melaknat seseorang maka laknat itu akan melekat pada dirinya di dunia hingga akhirat. Na’udzubillahi min dzalik. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada jalan yang benar.





Helikopter TNI AD Jatuh di Poso

Kecelakaam Helikopter TNI AD Jatuh Di Poso


  Berita Dan Seputar Rekrumen Tni - Markas besar TNI menyatakan helikopter dengan jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 milik Tni Ad yang jatuh tepat di atas perkebunan di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisi, Sulawesi Tengah, pada hari minggu 20/3/2016, dengan dugaan karena faktor cuaca.

  Mayor Jenderal TNI Tatang Sulaiman selaku Kepala Pusat Penerangan TNI menyatakan, bahwa pada saat helikopter itu jatuh, keadaan cuaca sedang dalam keadaan kondisi hujan. Mayor Jenderal TNI Tatang Sulaiman juga menyatakan, bahwa helikopter milik TNI Angkatan Darat jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 yang jatuh di atas perkebunan di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisi, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3/2016) itu berangkat dari Desa Napu menuju Poso sekitar pukul 17.20.

  Dari pihak Tni juga menyatakan, bahwa sebanyak 13 penumpang helikopter tersebut tewas.

Berikut adalah 13 penumpang helikopter Tni Ad yang jatuh di poso yang di nyatakan tewas :

1. Danrem Kol Inf Syaiful Anwar
2. Kol Inf Ontang (BIN)
3. Kol Inf Herry (Bais)
4. Letkol Cpm Teddy (Dandenpom Palu)
5. Mayor Faqih (Kapenrem)
6. Kpt Yanto (Dokter Korem)
7. Prada Kiki
8. Kpt Cpn Agung/Pilot
9. Ltt Cpn Wiradi/Copilot
10. Ltd Cpn Tito/Copilot
11. Sertu Bagus/Mekanik
12. Serda Karmin/Mekanik
13. Pratu Bangkit/Avionic)

  Meskipun sudah di nyatakan bahwa seluruh penumpang tewas, namun salah satu korban yakni Lettu Cpn Wiradi belum di temukan dan masih dalam proses pencarian "ujar Mayor Jenderal TNI Tatang Sulaiman".
korban yang sudah di ketemukan sebanyak 12 orang  langsung di larikan ke RS Bhayangkara Palu. Tim investigasi pun sedang di bentuk untuk mengungkap kebenaran penyebab helikopter tersebut jatuh.

Snifer Terbaik TNI Peltu Tatang Koswara Meninggal Dunia

Snifer Terbaik TNI Peltu Tatang Koswara Meninggal Dunia


Snifer legendaris yang yang pernah di miliki oleh indonesia ialah Peltu Tatang Koswara telah berpulang ke rahmatullah (innalilahi wa'innailaihi rojiun) usai syuting acara Hitam-putih bersama Deddy corbuzier. Prajurit pemberani ini meninggal di usia 68 tahun dimana beliau telah pensiun dari tugas nyah sebagai TNI

   Beliau mengawali karir nyah di TNI-AD dengan menjadi seorang tamtama di banten pada tahun 1966.Setelah mengabdi selama tujuh tahun dengan berbagai tugas  yang dilakukannya, Almarhum diangkat menjadi seorang Bintara dan ditempatkan di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pusenif). Disanalah beliau mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari kualifikasi Raider hingga Sniper. Beliau menggunakan sandi S-3 alias Siluman 3. Pada kurun waktu tahun 1977 s.d. 1978, Tatang beroperasi di Timor Timur.  Almarhum mengakhiri dinas sebagai prajurit (pensiun) ketika berpangkat Peltu pada tahun 1994.

    Beliau pergi menghadap Sang Pencipta dengan meninggalkan Tati Hayati, istri yang dinikahinya pada tahun 1968, dan 4 orang anak serta 7 orang cucu. Sedianya pada Rabu (4/3) ini, Beliau direncanakan akan melaksanakan wawancara eksklusif dengan Majalah Palagan di Dinas Penerangan Angkatan Darat, Mabesad, Jakarta Pusat. Namun, apa daya Tuhan Yang Maha Kuasa telah memanggilnya pulang sebelum Beliau sempat menjejakkan kakinya di Markas Besar Angkatan Darat, untuk melakukan wawancara.

     Pertasi Peltu Tatang Koswara sebagai snifer TNI di akui kehebatannyah di dunia, dan beliau menempati posisi ke-14 besar Sniper’s Roll of Honour di dunia. Peltu Tatang Koswara sebelum Beliau pensiun dari tugas nyah menjadi seorang TNI, beliau bertugas di Timor Timur. beliau juga menoreh kan banyak prestasi khusus nyah di medan perang. Namu, di masa tua nyah itu beliau berkehidupan pas-pasan, dan beliau membuka warung makan di markas kodiklat.

   Sebelum beliau berpulang ke rahmatullah, beliau pernah berkata " Darah ku Di Merah Putih"  itu benar-benar sosok seorang prajuirt bangsa yang benar-benar ingin mengabdikan hidup nyah bukan hanya pada orang tua an keluarga, namun juga pada negara dan bangsa diaman beliau di lahir kan dan di besarkan hingga menjadi seorang prajurit TNI dan menorehkan banyak prestasi, khusus nyah dalam medan pertempuran.

  Pada medan bertempat kan di timor timur, beliau sering di sisip kan dalam barisan.jajaran anggota kopassus dan mempunyai confirmed kills sebanyak 41, walaupun kemungkinan besar dari jumlah yang di klaim, namun beliau tidak mencatat nyah sendiri. Beliau adalah seorang sosok prajurit yang berani dan mampu berdiri sendiri di medan perang tanpa ada kawan satupun yang menemani nyah.

  Pernah ada suatu tipuan yang di lakukan oleh beliau karna kerap memburu nyah, beliau menciptakan sendiri septau tempur nyah dalam posisi yang terbalik, ide ini di dapat karena beliau berasal dari daerah Cibaduyut, bandung yang terkenal dengan industry sepatu nyah. sepatu tersebut di bagian depan di pindah kan ke bagian belakang, sehingga jejak yang yang di tinggal kan berbalik arah. Dengan alas sepatu yang sengaja di balik, jika beliau sedang bergerak maju, maka tapk kaki nyah justru bergerak mundur/sebalik nyah.

   Ini harus di jadikan suatu pelajar bagi kita semua, khusus nyah untuk para Bpk-bpk TNI yang masih dalam tugas nyah atau pun anak-anak muda sekarang yang bercita-cita menjadi seorang prajurit TNI. bahwa tugas TNI ini bukan main-main, untuk menjadi seorang prajurit TNI di butuh kan tekad yang benart-benar datang dari dalam hati dan bersungguh-sungguh ingin membela negara dan menjaga kedaulatan NKRI dari ancaman dan serangan dari luar.


                   Selamat Jalan Sniper Terbaik Bangsa…

                          Prestasi dan jasamu akan selalu kami kenang dan tauladani…